Lazada Philippines
Showing posts with label Finance. Show all posts
Showing posts with label Finance. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

5 Tips Mengelola Tunjangan Hari Raya ( THR )

Menjelang hari raya, Tunjangan Hari Raya ( THR ) merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh semua karyawan. Biasanya jumlah THR setara dengan gaji pokok selama satu bulan. Pencairan THR terkadang membuat sebagian dari kita tidak mampu menahan diri untuk berbelanja. Mungkin jika kalap memakai uang THR, bisa saja uang tersebut hanya akan bertahan sekejap mata saja. Untuk itu ada baiknya kita perlu lebih cermat dan bijaksana dalam mengelola uang THR.
Berikut kami memberikan tips untuk mengelola uang THR agar dapat dialokasikan dengan tepat dan bermanfaat:

                                                                  sumber gambar: pesona.co.id

#1. Skala Prioritas
Ada baiknya sebelum membelanjakan uang THR, perhatikan kewajiban tahunan lainnya yang belum masuk dalam anggaran bulanan. Misal: jika kita belum menyediakan dana pendidikan untuk anak, biaya perawatan kendaraan, asuransi dan keperluan penting lainnya.

#2. Lunasi Hutang dan Cicilan
Selain untuk keperluan pribadi di hari raya , ada baiknya kita perhatikan juga kewajiban untuk melunasi hutang yang belum terbayarkan. THR juga bisa menjadi alternatif kesempatan untuk membenahi masalah keuangan yang belum bisa tertutupi dari pendapatan bulanan, sehingga akan memberikan efek positif yakni mengurangi beban psikologi atas kewajiban yang belum lunas.

#3. Keperluan Mudik
Bagi yang biasa mudik tentu akan memerlukan jumlah dana yang tidak sedikit. Mungkin ada baiknya kita membuat anggaran keperluan hari raya sejak jauh hari. Selain itu kita harus mencoba untuk menyisihkan dana dari pendapatan bulanan. Dengan demikian, kita tidak perlu hanya bergantung pada uang THR.

#4. Investasi
adalah keputusan bijaksana sebagian pendapatan dari THR di alokasikan ke rekening investasi. Sehingga nilai investasi kita akan mengalami percepatan dan tidak hanya bergantung dari pendapatan bulanan saja.

#5. Rayakan Dengan Sederhana
Jika kondisi keuangan kita terbatas, jangan ragu untuk melakukan perayaan hari raya dengan sederhana. Karena sesungguhnya hari raya bukan sekedar untuk memuaskan nafsu duniawi, melainkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Jadi untuk mengantisipasi THR yang kurang, maka kita bisa menyiasati dengan mengumpulkan dana untuk hari raya dari pendapatan bulanan. Sehingga kita tetap bisa merayakan hari raya dengan ceria lahir dan batin walapun secara dilakukan sederhana.

Demikian tips dari kami, semoga bermanfaat :)



Read More

Monday, April 27, 2015

Perhitungan Modal Usaha Untuk Memulai Bisnis Sendiri

Sering kita jumpai bahwasanya orang yang ingin membuka bisnis /usaha baru selalu memikirkan berapa banyak modal yang harus dipersiapkan untuk menjalankan bisnisnya. Karena banyak juga diantaranya yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.

Kali ini kami akan membagikan tips sederhana yang dapat dijadikan pelengkap informasi yang Anda perlukan bila ingin memulai sebuah bisnis/usaha.


sumber gambar: under30ceo.com

Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang harus dipersiapkan sebagai berikut:
 
1. Modal Investasi AwalModal ini biasanya dipakai untuk keperluan jangka panjang. Contoh:  bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perlengkapan kantor/toko.

Jika usaha Anda seperti rumah makan, maka Modal Investasi Awal adalah: beli/sewa ruko,meja kursi, peralatan masak, dsb.

Biasanya modal ini nilainya cukup besar karena bersifat jangka panjang, tetapi modal ini akan mengalami penyusutan nilai ekonomisnya dari waktu kini ke masa mendatang kecuali bangunan usaha karena merupakan asset properti.


2. Modal Kerja
Modal ini digunakan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan atau setiap ada pesanan/order dari pembeli.

Sebagai contoh jika Anda membuka usaha rumah makan, maka modal kerja yang dimaksud adalah untuk membeli bahan makanan. Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak memiliki barang yang untuk dijual sehingga tidak bisa menyelesaikan pesanan dari pembeli.


3. Modal Operasional
Modal operasional ini adalah modal yang dipersiapkan untuk membayar biaya operasional dari bisnis Anda. Pada dasarnya modal operasional ini terdiri dari Biaya Tetap dan Biaya Variabel.

A.   Biaya Tetap
Biaya tetap ini sudah dipastikan rutin di bayar secara berkala bisa harian,bulanan dan tahunan seperti: gaji karyawan, PLN, PDAM, Telepon.

B.   Biaya VariableBiaya variable ini bersifat insidentil tidak bersifat rutin atau istilah lainnya biaya tidak terduga, misal: biaya untuk pergantian sparepart kendaraan yang rusak akibat suatu sebab yang tidak terduga, biaya sparepart computer yang rusaknya tidak dapat di prediksi sebelumnya.

Dalam keterbatasan pengetahuan setiap orang berbeda, maka kami berharap apa yang kami sampaikan dalam artikel ini dapat menjadi pelengkap dari pengetahuan para pembaca agar dapat melakukan pengambilan keputusan lebih bijaksana sebelum memulai usaha baru sehingga mendapatkan hasil yang maksimal sesuai apa yang direncanakan.
Read More

Sunday, April 12, 2015

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Menyadari bahwa uang bisa menjadi hamba yang baik tetapi juga bisa menjadi tuan yang jahat, itulah sebabnya cara kita mengelola keuangan keluarga sedini mungkin akan menolong pernikahan dari ancaman perceraian. Seringkali orang mempermasalahkan besar kecilnya pendapatan keluarga sehingga mereka enggan mengelola dengan benar, apakah benar masalahnya terletak pada besar kecilnya pendapatan keluarga ? Dalam kenyataanya seorang suami yang memiliki penghasilan ratusan juta bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp.500.000 sebelum akhir bulan.

sumber gambar: resourceinvestingnews.com

Berikut ada beberapa tips untuk mengelola keluarga secara sederhana dan bijak:

1. Susun rencana keuangan / budget
Budget yang realistis membantu kita bersikap obyektif dan rasional dalam pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tidak ada salahnya menganggarkan untuk kebutuhan pergi ke pusat kebugaran, pusat kecantikan dan nongkrong di cafe. Yang penting jumlahnya di buat anggaran secara realistis berdasarkan penghasilan yang kita miliki. juga kita harus disiplin dengan budget yang sudah kita buat.

2. Susun pengeluaran dan kewajiban
Jangan sampai kita tidak tahu jumlah tagihan listrik, tagihan telepon, belanja bulanan, biaya perawatan kendaraan, kredit rumah, kredit kendaraan, juga tagihan kartu kredit.

3. Hindari Hutang Negatif
Bicara hutang, ada 2 macam hutang yaitu: Hutang Positif dan Hutang Negatif.
Hutang Positif seperti: kredit rumah, kredit kendaraan untuk usaha/bisnis.
Nah disini yang akan kita hindari yaitu Hutang Negatif seperti: belanja dengan kredit card untuk gaya hidup konsumtif, Pakai dana KTA untuk beli produk yang konsumtif.
Godaan hidup konsumtif memang sulit dikendalikan, akan tetapi bukan berarti kita tidak mampu menahannya, selama kita sadar akan konsekuensi dan akibatnya.

4. Buat Daftar Pengeluaran
Tak jarang kita membelanjakan uang untk hal yang tidak terlalu penting atau hanya didorong oleh keinginan bukan kebutuhan. Buatlah daftar pengeluaran dengan menulis item belanja antara kebutuhan dan keinginan. setelah itu pertimbangkan dengan lebih matang, mana yang harus diprioritaskan dan yang mana bisa ditunda.

5. Tetapkan Tujuan Masa Depan
Susun target keuangan yang ingin kita raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan secara spesifik, realistis, terukur dan dalam jangka waktu tertentu. hal ini akan membuat kita fokus merancang keuangan, misalnya: dana pendidikan anak, dana pensiun.

6. Menabung dan Berinvestasi
Buatlah rekening bank terpisah, mana yang untuk tabungan dan mana yang untuk belanja kebutuhan, sehingga dengan demikian akan semakin jelas kualitas kondisi finansial dalam keluarga kita. tentu ada juga yang belum puas degan hanya menunggu tabungan membumbung padahal kita punya cita cita untuk keluarga sangat besar, maka tidak ada salahnya memulai dengan segera melakukan investasi. Saat ini bentuk investasi bermacam-macam diantaranya: Reksadana, Properti, Logam Mulia, dsb. Jika kita belum paham dengan produk investasi, tidak perlu khawatir karena bisa belajar dan konsultasikan dengan pakarnya.

( sumber: NDC's magazine )



Read More
Copyright©2015 InfoTipsMedia - Designed ByBlogger Templates